Halo, Sobat Nisita! Suasana penuh kehangatan dan ketertiban tampak jelas di halaman rumah warga, seberang Kantor Kelurahan Pelita. Pemandangan antrean yang rapi berpadu dengan senyum dan tawa riang mewarnai jalannya kegiatan pasar murah yang digelar pada Jumat, 6 November 2026 sejak pukul 08.00 Wita.
Kehadiran program ini tidak hanya sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menghadirkan secercah harapan dan kegembiraan bagi masyarakat setempat di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Menanggapi kebutuhan warga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Samarinda menunjuk Tim UPTD Wilayah 1 untuk menyelenggarakan pasar murah langsung di tengah pemukiman padat penduduk. Langkah jemput bola ini diambil agar program intervensi harga dapat menjangkau masyarakat secara lebih dekat.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat:
- Minyak Kita (1 Liter): Rp15.500
- Beras SPHP (5 Kg): Rp60.000
- Telur Omega (1 Piring / 30 Butir): Rp60.000
- Gula Pasir (1 Kg): Rp19.500
Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Samarinda, Sugianto, mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja mendekatkan pelayanan langsung ke lingkungan warga karena melihat tren daya beli masyarakat yang sedang menurun. Ia bahkan menceritakan sebuah momen menyentuh saat meninjau langsung lokasi kegiatan.
“Ada ibu-ibu yang pengen sebenarnya beli 2 liter (minyak goreng-red), tapi karena dia enggak punya duit hanya beli 1 liter seharga Rp15.500. Ini kan sangat menyentuh kita, makanya teman-teman di perdagangan mencoba mendekatkan diri ke masyarakat supaya masyarakat sedikit terbantu,” ujar Sugianto.
Apresiasi senada juga datang dari aparat kewilayahan setempat. Lurah Pelita, Chris Triswondo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Disperindag Kota Samarinda atas terselenggaranya pasar murah di wilayahnya.
“Kami pemerintah kelurahan sangat berterima kasih dan sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini karena warga kami tentunya sangat terbantu, mengingat bahwa saat ini harga kebutuhan pokok sangat tinggi,” tutur Chris Triswondo. Ia juga berharap agar program bermanfaat ini dapat dilaksanakan secara konsisten, minimal satu bulan sekali serta dioptimalkan pada momentum hari-hari besar keagamaan.
Urgensi pelaksanaan pasar murah ini menjadi semakin nyata di tengah fluktuasi harga pangan yang memberatkan masyarakat kecil. Melalui sinergi antara pemerintah kota dan kelurahan, kegiatan ini terbukti efektif menjadi solusi taktis untuk menjaga stabilitas daya beli, meringankan beban pengeluaran rumah tangga, serta menghadirkan kebahagiaan nyata bagi warga sekitar. (Tr/*)















