Tahukah Kamu

“Menteri Ketahanan Pangan” di Meja Makan Keluarga

Nisita.info — Di tengah hiruk-pikuk kenaikan harga bahan pokok yang kerap menguras kantong, muncul sebuah fakta menarik: kunci stabilitas ekonomi dan gizi sebuah negara ternyata bermula dari dapur. Ya, perempuan bukan sekadar pengelola rumah tangga, melainkan sosok strategis yang memegang kendali atas ketahanan pangan keluarga.

Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini, BPSDM Kalimantan Timur menggelar sharing session bertajuk “Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik, Perempuan sebagai Kunci Keamanan Pangan Keluarga”. Pesan utamanya jelas: di tangan perempuan yang kreatif, tantangan ekonomi bisa diubah menjadi peluang kemandirian.

Bukan Sekadar Masak, Tapi Manajer Sumber Daya

Tahukah kamu bahwa perempuan adalah agen perubahan yang paling efektif dalam menerapkan prinsip keberlanjutan? Ketika harga cabai atau sayuran melonjak, perempuan tidak hanya bertugas “mengatur napas” anggaran belanja, tetapi juga dituntut menjadi solusi kreatif.

“Semangat perjuangan RA Kartini dalam pemberdayaan perempuan hendaknya terus dihidupkan, termasuk dalam upaya membangun kemandirian pangan keluarga,” ujar Siti Djaitun, Kabid Sertifikasi Kompetensi BPSDM Kaltim.

Solusi Hijau di Halaman Rumah

Menariknya, kemandirian pangan ini tidak selalu harus dimulai dengan belanja lebih banyak, melainkan dengan memproduksi sendiri. Dalam sesi berbagi ini, Erli Oktania, seorang praktisi permakultur sekaligus pemilik Krucil’s Big Garden, membagikan rahasia bagaimana halaman rumah bisa disulap menjadi sumber pangan mandiri yang sehat dan hemat.

Dengan menerapkan prinsip permakultur (pertanian berkelanjutan), keluarga bisa mengurangi ketergantungan pada pasar. Inilah bentuk nyata “Kartini Modern”: mereka yang berdaya secara ekonomi dan mandiri dalam memenuhi nutrisi keluarga.

Mengapa Ini Penting?

  • Ketahanan Ekonomi: Mengurangi pengeluaran rumah tangga melalui pemanfaatan lahan sempit.

  • Kualitas Gizi: Memastikan asupan keluarga bebas dari pestisida karena ditanam sendiri.

  • Agen Perubahan: Ilmu praktis yang dimiliki satu perempuan akan menular ke lingkungan tetangga, menciptakan masyarakat yang tangguh.

Jadi, tahukah kamu? Setiap kali seorang ibu memutuskan untuk menanam satu pohon tomat atau mengatur pola konsumsi yang lebih bijak, ia sebenarnya sedang memperkuat benteng pertahanan pangan bangsa. Mari teruskan semangat Kartini dengan menjadi perempuan yang cerdas, kreatif, dan mandiri pangan! (/*)

Related Posts

1 of 4