DPRD Kota Samarinda

Dari Audiensi DPRD Samarinda-GMKI Kaltim: Mendengar Tanpa Jarak, Berdiskusi Tanpa Sekat

Siang itu, sekat generasi setebal puluhan tahun seolah runtuh. Tiga pimpinan legislatif Kota Tepian—H. Helmi Abdullah, Ahmad Vanandza, dan Rusdi—duduk melingkar bersama para aktivis muda dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kalimantan Timur. Semangat Peringatan Hari Lahir  Pancasila sehari sebelumnya seakan termanifestasi dalam pertemuan ini.

Nisita.info, Samarinda — Sekelompok mahasiswa berjalan memasuki Ruang Rapat Ketua di lantai dua Gedung DPRD Kota Samarinda, Selasa (2/6/2026) siang. Saat itu waktu belum menunjukkan pukul 11.00 WITA ketika protokoler formal mendadak berubah hangat disertai obrolan yang mengalir renyah.

Tidak ada ketegangan, tidak ada jarak pembatas antara pejabat teras dan mahasiswa. Yang ada hanyalah diskusi antardua generasi yang sama-sama mencintai Kota Samarinda.

Pertemuan yang awalnya dijadwalkan sebagai audiensi formal, dengan cepat mencair sejak menit-menit pertama. Julio Antou, Pengurus Korwil GMKI Kaltim, bersama rekan-rekannya disambut dengan jabat tangan erat dan senyum lebar dari para pimpinan dewan.

Dalam ruang ber-AC tersebut, para pimpinan DPRD Samarinda menunjukkan sisi humanitasnya yang kental. Alih-alih duduk tegak di balik meja kerja yang megah, mereka justru duduk di kursi yang sama tingginya, menyimak dengan saksama setiap patah kata dan aspirasi yang meluncur dari bibir para mahasiswa. Bagi GMKI, keramahan ini adalah oase dalam dunia pergerakan.

“Kami tadi sempat diskusi cukup lama, dan dari pertemuan ini ternyata kami bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan baik. Beliau-beliau tidak hanya formalitas menerima, tetapi benar-benar mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan terkait beberapa isu kota,” ungkap Julio dengan mata binar penuh antusiasme usai pertemuan.

Keakraban makin terasa kental saat diskusi mulai merambah ke agenda teknis Konferensi Studi Lokal dan Konferensi Cabang GMKI yang akan digelar 25–28 Juli 2026 mendatang.

Mendengar rencana anak-anak muda ini yang ingin membedah isu kebangsaan dan memilih nakhoda baru di Villa Makroman, respons spontan dan hangat langsung meluncur dari Ketua DPRD, Helmi Abdullah.

Tanpa birokrasi yang berbelit, ia menyatakan siap mengawal, membantu, dan memfasilitasi kebutuhan acara para mahasiswa.

“Intinya kehadiran adik-adik mahasiswa ke sini ingin berkontribusi terhadap perkembangan Kota Samarinda. Itu Itu tadi salah satu tujuan mereka datang ke sini,” tutur Helmi dengan nada teduh.

Kepada awak media Helmi menyelipkan pesan mendalam yang menjadi benang merah dari kehangatan siang itu. Ia menitipkan masa depan kondusifitas kota kepada pelukan generasi muda.

“Harapannya kita bisa sama-sama mengawal Kota Samarinda ini menjadi lebih baik ke depan. Yang paling krusial adalah bagaimana kita secara kolektif menjaga kondusifitas dan merawat keberagaman. Hubungan harmonis antar-umat beragama dan suku di Samarinda harus terus kita jaga bersama keharmonisannya,” ujar Helmi Abdullah saat diwawancarai usai pertemuan.

Pertemuan siang itu ditutup bukan dengan ketukan palu sidang yang kaku. Ruang Rapat Ketua DPRD Kota Samarinda telah menjadi saksi, bahwa di bawah atap rumah rakyat, idealisme muda dan kearifan tua bisa duduk berdampingan. Itu semua demi satu tujuan, Samarinda yang lebih baik lagi. (TR/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 4