Nusantara Raya

Digitalisasi Pembelajaran PAUD Wajib Berorientasi Mendalam, Kemendikdasmen Tegaskan Peran Sentral Guru

Nisita.info, Jakarta – Transformasi pembelajaran di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini semakin fokus pada penguatan ekosistem digitalisasi. Namun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa digitalisasi harus berjalan seiring dengan pembelajaran mendalam dan tetap berorientasi pada kebutuhan anak.

Hal ini ditekankan dalam gelaran Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD 2025 di Jakarta, Selasa (2/12). Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk mendorong inovasi.

“Digitalisasi pembelajaran harus berjalan seiring dengan pembelajaran mendalam dan tetap berorientasi pada kebutuhan anak,” ujar Gogot.

Ia menjelaskan, digitalisasi pembelajaran, penguatan computational thinking, dan pembelajaran mendalam merupakan inti dari transformasi pendidikan yang sedang dijalankan Kemendikdasmen di bawah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Gogot juga mengingatkan bahwa teknologi hadir untuk memperkaya proses belajar, bukan menggantikan aktivitas fisik dan interaksi alami bagi anak usia dini. “Peran guru justru semakin besar di era digital. Teknologi tidak akan menggantikan guru,” tegasnya, menempatkan pendidik sebagai figur sentral dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi secara proporsional.

Lomba Konten Pembelajaran Digital Interaktif PAUD 2025 merupakan upaya untuk memperkaya materi yang tersedia di Rumah Pendidikan. Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menyampaikan bahwa lomba ini menerima 636 karya berupa buku digital interaktif, video interaktif, dan gim edukasi dari berbagai kalangan, termasuk guru, mahasiswa, dan konten kreator.

“Berdasarkan hasil seleksi… diperoleh 56 pemenang yang konten-konten digital interaktifnya terbaik dan telah siap masuk ke Platform Ruang Murid Rumah Pendidikan,” tutur Nia.

Konten-konten pemenang tersebut akan melengkapi 219 konten yang sudah tersedia. Direktorat PAUD menargetkan akan memiliki minimal 499 konten digital interaktif melalui lomba ini, workshop penyesuaian karya potensial, dan kerja sama dengan mitra.

Pelaksanaan lomba dan penguatan konten digital ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, serta penguatan digitalisasi pembelajaran.

Nia Nurhasanah menjelaskan bahwa sebanyak 64.191 satuan PAUD terpilih telah menjadi sasaran program digitalisasi pembelajaran tahun ini, mencakup penyediaan smartboard, laptop, akses internet, hingga panel surya.

Selain konten, Direktorat PAUD juga menyiapkan modul ajar berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) agar pendidik mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.

Salah satu pemenang, Intan Dwi Permanasari, Guru PAUD Anak Cerdas Ceria Malang, yang meraih Juara Umum II dengan konten “Petualangan Sikepi,” mengaku kontennya dirancang agar mudah dioperasikan langsung oleh anak-anak tanpa banyak arahan dari guru.

“Semakin banyak konten digital interaktif yang tersedia, semakin beragam pula sumber belajar yang dapat dimanfaatkan di kelas untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” pungkas Nia Nurhasanah.(tr)

Related Posts

1 of 7