Kutai Kartanegara

Disdikbud Kukar Edarkan Surat Larangan Perpisahan Sekolah Mewah

Nisita.info —  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) melarang pelaksanaan perpisahan siswa yang terkesan mewah dan membebani biaya kepada orang tua murid.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, saat ditemui di Tenggarong pada KAmis (08/6/2025) menyusul maraknya larangan perpisahan mewah sekolah di Pulau Jawa.

Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya tren perpisahan sekolah yang makin mengedepankan kemewahan. Mulai dari menyewa gedung di hotel, perjalanan wisata mahal, hingga kostum dan dekorasi yang menguras kantong sekolah dan orang tua.

“Perpisahan boleh dilakukan, tapi jangan jadi beban. Jangan sampai semua siswa diwajibkan ikut perpisahan tersebut,” tegasnya.

Menurut Thauhid, banyak laporan dari orang tua yang merasa keberatan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Bahkan, ada yang terpaksa berhutang agar anaknya bisa ikut tampil.

Disdikbud Kukar mendorong agar perpisahan dilakukan dengan konsep sederhana, cukup di lingkungan sekolah. Tanpa harus menyewa gedung mewah atau menggelar studi tour yang memberatkan.

“Silakan manfaatkan halaman sekolah, aula sekolah dany ang penting, semua siswa bisa ikut tanpa merasa terbebani biaya atau iuran tambahan,” ujarnya.

Thauhid juga menegaskan pihaknya akan memanggil dan memberi teguran kepada sekolah yang tetap menarik pungutan tak wajar terkait acara perpisahan. Apalagi, ujarnya ada sekolah yang merencanakan perpisahan dengan tour ke luar pulau Kalimantan yang tentunya dengan biaya besar.

“Kalau ada pungutan di luar ketentuan, kami akan bertindak tegas. Kepala sekolah yang melanggar akan saya panggil,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi perpisahan mewah tersebut, Disdikbud sudah menerbitkan surat edaran resmi yang meminta seluruh sekolah menggelar perpisahan secara sederhana.

“Sudah ada edarannya. Tinggal dilaksanakan. Jangan sampai kepala sekolah justru mengikuti dorongan dari komite yang tak sesuai aturan,” ujar Thauhid.(adv/diskominfo-kukar)

 

 

 

Related Posts

1 of 30