Nisita.info, Gianyar — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi penyelenggaraan Bali Spirit Festival 2026. Ajang ini dinilai sebagai salah satu intellectual property (IP) event unggulan nasional yang berhasil memperkuat posisi Indonesia dalam industri wellness global yang kian kompetitif.
Dalam kunjungannya di Puri Padi & Yoga Barn, Ubud, Minggu (19/4/2026), Menpar Widiyanti menegaskan bahwa festival ini merupakan bukti kemampuan Indonesia menghadirkan event berkelas dunia.
“Saya senang dapat merasakan langsung energi yang dihadirkan festival ini. Selama empat hari, festival ini menunjukkan Indonesia mampu menghadirkan IP event berkelas dunia, yang juga kami dukung melalui program Event by Indonesia,” ujar Menpar Widiyanti.
Berdasarkan data Global Wellness Institute tahun 2023, Indonesia menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi kesehatan di Asia Tenggara dengan nilai mencapai 56,4 miliar dolar AS. Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia menempati posisi ke-6 terbesar dengan pertumbuhan tertinggi ketiga.
Bali Spirit Festival 2026 yang mengusung tema “Welcome Home” menyatukan yoga, tari, musik, dan praktik penyembuhan tradisional (healing). Menpar menilai kesuksesan festival ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata yang berfokus pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
“Sebagai salah satu pionir wellness event terbesar di Asia Tenggara, partisipasi peserta dari lebih 60 negara menunjukkan daya tariknya yang semakin kuat di tingkat global,” tambah Menpar.
Penyelenggaraan festival ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata. Pada tahun 2025 saja, Bali Spirit Festival mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp6,7 miliar. Dampak ini dirasakan secara luas mulai dari sektor akomodasi, kuliner, penyerapan tenaga kerja, hingga pemberdayaan pelaku seni budaya.
Selain aspek ekonomi, festival ini juga mengedepankan praktik ramah lingkungan melalui:
-
Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
-
Pengelolaan sampah yang terintegrasi.
-
Penerapan composting toilet.
Menutup rangkaian kunjungan, Menpar melakukan diskusi strategis bersama para motor penggerak industri event di Ubud, termasuk perwakilan dari Ubud Writers & Readers Festival dan Ubud Village Jazz Festival. Diskusi ini bertujuan memperkuat sinergi antara penyelenggara festival dengan pemerintah guna meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
“Festival harus menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing dan kualitas pariwisata nasional,” pungkas Menpar Widiyanti.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kemenpar, Vinsensius Jemadu, serta Direktur Politeknik Pariwisata Bali, Ida Bagus Putu Puja. (Biro Komunikasi Kemenpar/*)















