Nisita.info, Samarinda — Di bawah naungan langit cerah yang membakar lembut pelataran Halaman Kantor Balaikota Samarinda pada Jumat (11/9/2026) pagi, suasana terasa begitu hening dan penuh kekhusyukan. Tak ada riak riuh protokol formal, yang ada hanyalah saf-saf yang berjejer rapi, menunduk pasrah dalam kepasrahan spiritual yang mendalam.
Di antara deretan jemaah yang bersimpuh di atas hamparan sajadah, tampak Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah. Wajahnya penuh kesyahduan, membaur bersama jajaran pemerintah daerah dan warga Kota Tepian. Dalam ketundukan shalat sunnah Istisqa tersebut, beliau memimpin ikhtiar batiniah—mengetuk pintu langit, memohon agar berkah hujan kembali membasahi bumi Samarinda yang telah dahaga akibat kemarau panjang selama lebih dari satu bulan.
Momen Muhasabah dan Memohon Ampunan
Sobat Nisita perlu tahu, fenomena tanpa hujan selama lebih dari empat pekan tak hanya berdampak pada berkurangnya pasokan air baku, tetapi juga memicu potensi debu dan panas ekstrem yang mengganggu ritme keseharian warga. Di titik inilah, ikhtiar lahiriah penanganan dampak kemarau disempurnakan dengan kerendahan hati untuk bermuhasabah.
Seusai menuntaskan shalat dua rakaat dan mendengarkan khotbah yang menyentuh kalbu, Helmi Abdullah mengungkapkan betapa momen Shalat Istisqa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk saling memaafkan dan memperbanyak istighfar.
“Hampir satu bulan lebih Samarinda tidak ada hujan. Di dalam shalat inilah kita memohon maaf dan ampunan kepada Allah SWT. Semoga kesalahan kita dimaafkan dan doa seluruh warga Samarinda untuk memohon hujan segera dikabulkan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar,” ujar Helmi Abdullah dengan nada teduh dan penuh kepasrahan.
Sinergi Kebatinan demi Kesejahteraan Warga
Bagi lembaga legislatif, keterlibatan langsung dalam kegiatan spiritual bersama masyarakat ini menegaskan bahwa amanah jabatan tak pernah lepas dari rasa kepedulian terhadap suka duka yang dirasakan warga. Kehadiran pimpinan dewan di tengah-tengah jemaah menjadi simbol kebersamaan antara wakil rakyat dan konstituennya dalam menghadapi ujian iklim.
Keheningan prosesi shalat dan gema doa yang melangit di pelataran Balaikota pagi itu membawa secercah kesejukan di tengah teriknya cuaca. Ada harapan besar yang disitir bersama: agar tetesan air hujan segera turun menyegarkan pepohonan, mengisi waduk-waduk pengolahan air, dan mengembalikan kedamaian serta kelancaran roda kehidupan warga Kota Tepian.
Yuk, Sobat Nisita, kita selipkan doa bersama di setiap langkah kita agar Kota Samarinda tercinta selalu dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan kesejukan! (Tr/Adv/DPRD Samarinda)















