Nisita.info – Seiring dengan kebijakan baru pemerintah yang membatasi pembelian Pertalite maksimal 50 liter per hari per kendaraan mulai 1 April 2026, efisiensi bahan bakar menjadi kunci utama bagi para pemilik mobil pribadi. Tanpa mengubah rute perjalanan, Anda sebenarnya bisa menghemat konsumsi BBM hingga 20% dengan menerapkan teknik Eco-Driving.
Berikut adalah langkah cerdas menghemat BBM yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:
1. Jaga Kecepatan Tetap Konstan
Tahukah Anda? Akselerasi (tancap gas) dan pengereman yang mendadak adalah musuh utama efisiensi. Berdasarkan data otomotif, mesin membutuhkan asupan bensin jauh lebih besar untuk mencapai kecepatan tinggi dalam waktu singkat. Usahakan menjaga kecepatan stabil di angka 60–80 km/jam pada gigi tertinggi untuk putaran mesin yang paling efisien.
2. Hindari “Idle” Terlalu Lama
Jika Anda harus berhenti lebih dari 1 menit (misalnya saat menunggu jemputan atau di perlintasan kereta api), sebaiknya matikan mesin kendaraan. Tahukah Anda? Membiarkan mesin menyala diam (idle) selama 10 menit mengonsumsi BBM setara dengan menempuh jarak 1 kilometer.
3. Cek Tekanan Angin Ban secara Rutin
Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar. Hal ini memaksa mesin bekerja ekstra keras untuk menggerakkan mobil. Pastikan tekanan ban sesuai dengan spesifikasi pabrikan (biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi) untuk memastikan mobil meluncur lebih ringan.
4. Manajemen Penggunaan AC
Di cuaca Samarinda yang terik, AC memang sangat dibutuhkan. Namun, menyetel AC pada suhu paling dingin akan membebani kompresor yang digerakkan oleh mesin. Cobalah setel suhu pada posisi moderat (sekitar 23–24°C). Tahukah Anda? Penggunaan AC yang berlebihan dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga 15%.
5. Kurangi Beban Kendaraan yang Tidak Perlu
Periksalah bagasi mobil Anda. Membawa barang-barang berat yang tidak diperlukan (seperti tumpukan buku, peralatan olahraga yang tidak dipakai, atau galon kosong) akan menambah bobot kendaraan. Semakin berat beban yang dipikul mobil, semakin besar pula bensin yang “diminum” oleh mesin.
Selain menghemat BBM, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan membantu Anda melakukan engine brake (pengereman mesin) secara halus daripada mengandalkan rem kaki secara mendadak. Hal ini tidak hanya menghemat bensin, tetapi juga memperpanjang usia pakai kampas rem Anda.(tr)















