DPRD Kota Samarinda

Pemkot dan DPRD Samarinda Gagas Layanan Bayi Tabung di RSUD I.A Moeis

Di antara riuh rendah kehidupan, ada desah doa yang konsisten terlantun dari balik pintu rumah pasangan suami istri yang telah bertahun-tahun merindukan hadirnya tangis bayi.

Nisita.info, Samarinda — Momen ketika menatap kamar kosong yang telah disiapkan, merawat harapan yang berulang kali diuji, hingga perjuangan emosional dan materiil demi bisa memeluk sang buah hati—semuanya adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketabahan luar biasa.

Memahami betapa dalamnya kerinduan dan beratnya perjuangan para pasangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) bersama DPRD Kota Samarinda hadir membawa secercah harapan baru. Sebuah gagasan kemanusiaan tengah dirancang: menghadirkan fasilitas dan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) langsung di rumah sakit milik daerah, RSUD I.A Moeis, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari. (Riz/Nisita)

Selama ini, tak sedikit pasangan suami istri di Kota Tepian yang harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah hingga luar negeri demi mendapatkan akses medis program bayi tabung. Selain menguras biaya yang terbilang fantastis, perjalanan udara yang intensif kerap menambah beban fisik dan kelelahan mental bagi sang ibu.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, Senin (31/8/2026) mengungkapkan bahwa dorongan menghadirkan layanan medis modern ini muncul usai peninjauan fasilitas kesehatan ibu dan anak di RSUD I.A Moeis. Bagi Celni, kehadiran program ini di rumah sakit daerah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud empati pemerintah dalam mendekatkan impian keluarga Samarinda.

“Saya dan Pak Wali Kota berharap kita bisa mempunyai program bayi tabung. Sehingga nantinya warga Samarinda, khususnya, tidak perlu jauh-jauh lagi untuk melakukan proses bayi tabung di luar daerah. Ini bisa menghemat ongkos dan keamanan bayinya lebih terjaga karena tidak perlu bolak-balik naik pesawat,” tutur Celni dengan nada hangat penuh keharuman empati.

Pemetaan Teknis dan Komitmen Anggaran 2027

Celni menjelaskan, saat ini rencana besar tersebut tengah dimatangkan secara presisi oleh pihak legislatif dan eksekutif. Pemkot dan DPRD Samarinda terus mengkaji pemetaan kebutuhan teknis, pengadaan peralatan medis mutakhir, hingga kalkulasi anggaran yang dibutuhkan agar layanan ini nantinya dapat terjangkau dan berkualitas tinggi.

“Ini lagi direncanakan, kita lihat teknisnya bagaimana, anggarannya berapa, dan harga alatnya berapa. Mumpung sedang masa perencanaan, kalau bisa segera direalisasikan di anggaran 2027,” terangnya optimistis usai menghadiri peresmian gedung baru RSUD I.A Moeis.

Peningkatan Layanan Ibu dan Anak yang Makin Nyaman

Selain mengawal gagasan program bayi tabung, Celni turut memberikan apresiasi tinggi atas transformasi pesat RSUD I.A Moeis, khususnya pada unit pelayanan ibu dan anak serta poli kandungan yang baru saja diresmikan.

Ia berharap modernisasi sarana medis ini terus diimbangi dengan pelayanan yang ramah, hangat, dan humanis dari para tenaga medis, sehingga setiap keluarga yang datang dapat merasakan kenyamanan dan ketenangan penuh.

Sebab bagi DPRD dan Pemkot Samarinda, setiap helai usaha untuk menghadirkan kebahagiaan di tengah keluarga adalah investasi kemanusiaan yang tak ternilai harganya. (Tr/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 15