Nisita.info – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatatkan potensi transaksi mencapai Rp12,8 miliar (sekitar 721.100 dolar AS) dalam ajang Sales Mission Pune 2026 yang digelar di Crowne Plaza Pune City Centre by IHG, India. Pertemuan bisnis (business-to-business) tersebut memperkirakan pergerakan hingga 1.582 wisatawan asal India ke Nusantara.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa tingginya nilai transaksi ini mencerminkan antusiasme masyarakat Pune terhadap ragam destinasi wisata Indonesia.
“Capaian potensi transaksi lebih dari Rp12,8 miliar ini menunjukkan tingginya minat wisatawan asal Pune untuk berkunjung ke Indonesia. Para buyers di Pune menunjukkan antusiasme tinggi pada segmen FIT (Free Independent Traveler), honeymoon/couples, dan luxury tourism,” ujar Ni Made Ayu Marthini.
Daya Tarik Destinasi Nusantara dan Potensi Pasar Pune
Pasar Pune meminati berbagai destinasi unggulan Indonesia, terutama Bali, Borobudur–Yogyakarta–Prambanan, serta Gili–Lombok. Pilihan ini didukung oleh kemudahan aksesibilitas serta keunikan produk wisata Nusantara.
Kota Pune dipilih sebagai lokasi strategis sales mission karena pertumbuhannya yang pesat sebagai pusat teknologi, manufaktur, pendidikan, dan startup dengan populasi metropolitan lebih dari tujuh juta jiwa. Selain itu, Pune merupakan kota terbesar kedua di Negara Bagian Maharashtra—wilayah dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 650 miliar dolar AS—yang menjadikannya pasar potensial untuk outbound tourism.
Dalam ajang ini, Kemenpar memboyong 12 perusahaan pariwisata Indonesia, mulai dari destination management company (DMC), jaringan hotel, tour operator, hingga bisnis kuliner. Mereka menawarkan paket perjalanan menarik dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Raja Ampat, Batam–Bintan, Borneo, hingga Lombok.
Ke depan, Kemenpar akan terus memperkuat kolaborasi dengan asosiasi perjalanan, maskapai penerbangan, dan platform travel daring guna memastikan Wonderful Indonesia tetap menjadi destinasi prioritas bagi wisatawan India.
(Sumber berita dan foto: Siaran Pers Kementerian Pariwisata RI)















