Warta Utama

Buka Rakor Pendidikan, Wawali Samarinda Instruksikan Kepsek Jadi Orang Tua Bijak

Nisita.info, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, memberikan arahan tegas saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Kota Samarinda Tahun 2026, Kamis (9/7/2026).

Di hadapan ratusan kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Samarinda yang memadati Ballroom Arulala, Bapperida Kota Samarinda, Wawali meminta para pendidik peka terhadap persoalan sosial di lingkungan sekolah.

Dalam orasi utamanya, Saefuddin mengaku kerap menerima keluhan dari masyarakat terkait anak-anak yang terancam tidak bisa bersekolah akibat terbentur sistem administrasi maupun zonasi di lapangan.

“Ini kan miris. Makanya kepala sekolah SD dan SMP ini harus benar-benar menjadi ‘orang tua’, benar-benar bijak, dan bisa memberikan pemahaman terhadap masyarakat kita. Kita diutus sebagai pimpinan harus bisa mengakomodir dan memberikan manfaat,” tegas Saefuddin Zuhri.

6 Isu Strategis Pendidikan Samarinda

Pemerintah Kota Samarinda menekankan enam isu strategis yang harus digarap bersama demi mendongkrak kualitas pendidikan di Kota Tepian. Enam poin tersebut meliputi:

  1. Pemerataan akses pendidikan dasar yang inklusif.
  2. Peningkatan kapasitas dan mutu tenaga pendidik.
  3. Kredibilitas serta penataan sarana prasarana (sarpras) sistem pendidikan.
  4. Penguatan fondasi literasi dan numerasi anak sejak dini.
  5. Kelestarian humanisme dan budaya daerah dari gempuran gadget.
  6. Pembangunan kemitraan tata kelola lintas sektor.

Terkait kelestarian budaya, Wawali menyayangkan mulai hilangnya sopan santun anak zaman sekarang akibat ketergantungan pada gawai. Ia meminta sekolah menghidupkan kembali permainan tradisional seperti Batu Lele, Egrang, dan Asinan guna membentuk karakter anak.

“Anak-anak di tingkat TK, SD, dan SMP itu ibarat kertas putih. Merah atau hijaunya mereka tergantung orang tua dan guru yang mengajar. Jangan dibalik bebannya ke guru saja,” tambahnya.

Instruksi Tegas MPLS: Ramah Anak, Lingkungan, dan Biaya!

Menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan bergulir pada 13–14 Juli mendatang, Pemkot Samarinda mengeluarkan instruksi ketat agar seluruh satuan pendidikan mematuhi tiga prinsip dasar.

“Pelaksanaan MPLS harus Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Yang terakhir ini (ramah biaya) paling disukai dan disegarkan masyarakat,” gurau Wawali disambut tawa peserta rakor. Ia meminta kepala sekolah mengawal langsung proses MPLS di lapangan agar tetap sederhana tanpa mengurangi esensi pengenalan sekolah.

Pemkot Luncurkan Gerakan ‘GEMAS’

Sebagai terobosan dalam memperkuat kedekatan emosional anak, dalam rakor ini Pemkot Samarinda resmi mengenalkan GEMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah).

Gerakan ini diinisiasi untuk membangun bonding (ikatan batin) yang kuat serta menanamkan rasa percaya diri pada anak sejak hari pertama sekolah. Wawali berharap figur ayah di Samarinda bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan kerja demi masa depan emosional buah hati mereka. (Tr/*)

Related Posts

1 of 24