Warta Utama

Harapan di Bulan Muharam: Komitmen Tanpa Batas untuk Kemerdekaan Palestina

Nisita.info – Tahun Baru Islam 1 Muharam selalu hadir membawa pesan spiritual yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Ia bukan sekadar pergantian angka pada kalender, melainkan sebuah monumen pengingat akan esensi Hijrah—sebuah titik balik perjuangan berpindah dari fase penindasan menuju kemerdekaan dan keadilan.

Di tengah suasana reflektif ini, sebuah momentum diplomatik penting terjadi di Jakarta. Presiden RI Prabowo Subianto menerima sambungan telepon langsung dari Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Komunikasi ini seolah menjadi penegasan nyata bahwa bagi Indonesia, semangat Muharam dan nafas perjuangan Palestina berada dalam satu tarikan nafas kemanusiaan yang sama.

Dalam perbincangan tersebut, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi dukungan nyata yang diberikan Indonesia.

Apresiasi ini bukanlah basa-basi diplomatik. Sejak lama, bahkan sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Presiden Prabowo telah menunjukkan keberpihakan yang konkret: mulai dari pengiriman logistik udara dan laut, penyediaan kapal rumah sakit, hingga beasiswa bagi 100 anak Palestina untuk menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan.

Bagi Indonesia, mendukung Palestina bukanlah sekadar urusan politik luar negeri yang dinamis, melainkan sebuah amanat konstitusi yang bersifat mutlak. Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Ketika Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan bermartabat, Indonesia sedang mengirimkan pesan kuat ke panggung global: bahwa kita tidak akan pernah berpaling sebelum bangsa Palestina mendapatkan hak kemerdekaan penuh mereka.

Jika kita tarik garis merahnya, perjuangan rakyat Palestina adalah cerminan dari makna Hijrah yang sesungguhnya di era modern. Hijrah mengajarkan kita tentang keteguhan hati, pengorbanan, dan keyakinan bahwa penindasan tidak akan abadi.

Rakyat Palestina hingga hari ini terus melakukan “hijrah spiritual”—menolak tunduk pada ketidakadilan, terus bertahan di tanah air mereka, dan berjuang merebut hak hidup yang bermartabat di tengah keterbatasan dan tekanan global.

Harapan yang disampaikan Presiden Abbas agar kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo terus mengambil peran aktif di berbagai forum internasional, menjadi pekerjaan rumah sekaligus kehormatan bagi diplomasi kita.

Suara Indonesia memiliki bobot strategis yang diperhitungkan di mata dunia. Di momen tahun baru Islam ini, peran aktif tersebut harus semakin diakselerasi, menjadi motor penggerak bagi negara-negara lain untuk mendesak dihentikannya segala bentuk kekerasan dan kolonialisme di tanah Palestina.

Memasuki tahun baru Muharam, solidaritas kita tidak boleh mengendur. Dukungan yang konsisten dari pemerintah Indonesia, yang didukung penuh oleh doa dan bantuan moral seluruh rakyatnya, adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

Kita berharap, momentum 1 Muharam ini menjadi awal dari babak baru yang lebih optimis. Semoga kepemimpinan strategis Indonesia mampu membawa perubahan signifikan di panggung diplomasi dunia, dan semoga fajar kemerdekaan yang adil, makmur, serta bermartabat segera terbit bagi bangsa Palestina. Sebab, esensi tertinggi dari hijrah adalah bergeraknya kemanusiaan dari belenggu kezaliman menuju indahnya kebebasan.(*/)

Related Posts

1 of 23