DPRD Kota Samarinda

Samri Shaputra dan Rededikasi di Gerakan Pramuka

Nisita.info, Samarinda — Senyum hangat dan ingatan masa kecil yang membekas indah terpancar dari raut wajah Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, H. Samri Shaputra, saat berdiri di Aula Gedung PKK Kota Samarinda, Selasa (22/9/2026).

Di tengah suasana khidmat pelantikan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda masa bakti 2026–2031, momen tersebut bukan sekadar seremoni jabatan baru, melainkan ruang Reuni Spiritual bagi seorang anggota dewasa yang telah meniti jejak Tunas Kelapa sejak usia belia.

Dalam susunan kepengurusan Kwarcab Samarinda yang anyar ini, politisi Kota Tepian tersebut resmi dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Wakil Ketua Bidang Keuangan Kwarcab sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) secara ex-officio. sebuah panggung pengabdian lanjutan bagi sosok yang menjadikan kepramukaan sebagai kompas pembentukan karakternya.

Keterikatan Samri dengan kacu merah-putih dan seragam cokelat bukanlah hal yang tumbuh semalam. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, ketertarikannya pada dunia kepramukaan telah memupuk mentalitas disiplin dan kepemimpinan yang tangguh.

Prestasi kepramukaannya di masa muda pun terbilang moncer. Pada tahun 1991, saat usianya masih sangat muda, Samri berhasil menembus seleksi ketat hingga terpilih mewakili Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur sebagai peserta ajang bergengsi Jambore Nasional (Jamnas). Tidak berhenti di sana, dedikasinya berlanjut hingga tahun 1997 saat ia ikut dalam rombongan Kontingen Perkemahan Bakti Satuan Karya Bhayangkara (Pertikara Nasional) di Malang, Jawa Timur.

“Kalau saya memang Pramuka dari kecil. Dulu tahun 1991 pernah mewakili Samarinda dan Kalimantan Timur sebagai peserta Jambore Nasional. Kemudian tahun 1997 juga pernah mengikuti Pertikara Nasional di Malang,” kenang Samri dengan mata berbinar seusai pelantikan.

Pengalaman bertualang, mendirikan tenda, mengasah keterampilan survival, hingga bertukar kebudayaan dengan seluruh anak bangsa di arena Jamnas dan Pertikara menjadi laboratorium kepemimpinan nyata yang membentuk ketahanan mentalnya hingga hari ini.

Berdiri sebagai legislator yang kini memimpin Komisi I DPRD Kota Samarinda—komisi yang membidangi hukum, pemerintahan, dan kepegawaian—Samri mengakui secara jujur bahwa modal dasar kepemimpinan, cara berkomunikasi, serta keberanian mengabdi pada masyarakat ia dapatkan dari ekstrakurikuler Pramuka.

Bagi Samri, keberhasilan sistem pembinaan Pramuka bukan sekadar teori di atas kertas. Rekam jejak alumni Pramuka yang kini menduduki posisi penting di eksekutif, legislatif, hingga dunia usaha menjadi bukti otentik betapa vitalnya peran organisasi ini.

“Banyak terbukti orang-orang yang modal dasarnya dari Pramuka, setelah dewasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ada yang menjadi anggota dewan, wali kota, hingga pejabat struktural di pemerintahan. Karena di Pramuka ini memang dibentuk jiwa kepemimpinan sejak dini, dan saya salah satu yang merasakan manfaat besar dari organisasi ini,” tegas legislator dari Komisi I tersebut.

Mengemban tugas baru di jajaran pimpinan Kwarcab Samarinda, Samri Shaputra berkomitmen untuk mengawal tata kelola keuangan dan dukungan anggaran kepramukaan agar berjalan akuntabel, efisien, serta tepat sasaran. Ia menekankan bahwa di tengah krisis etika dan disrupsi digital yang melanda remaja saat ini, Pramuka harus tetap dipertahankan sebagai ekstrakurikuler utama di sekolah-sekolah.

Nilai-nilai Dasa Darma—seperti cinta alam, kasih sayang sesama, disiplin, berani, dan bertanggung jawab—adalah perisai paling kokoh untuk membentengi generasi muda Kota Samarinda dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan zat adiktif.

Dengan dilantiknya Samri Shaputra di jajaran Kwarcab Samarinda, sinergi antara DPRD dan Gerakan Pramuka dipastikan kian kokoh. Pengalaman masa muda yang berprestasi kini siap dikonversi menjadi kebijakan nyata untuk melahirkan ribuan ‘Samri Muda’ baru yang siap mengharumkan nama Kota Tepian di masa depan. (Tr/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 13