Nisita.info, Samarinda — Pendidikan bukan hanya soal deretan angka di raport, tapi juga tentang keselamatan jiwa para penerus bangsa. Menanggapi fenomena parkir kendaraan siswa di lingkungan dekat sekolah, DPRD Kota Samarinda mendorong pendekatan yang lebih humanis dan edukatif demi menjaga keselamatan para pelajar.
Langkah penertiban parkir di kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Samarinda Ulu, oleh Dinas Perhubungan (Dishub) beberapa waktu lalu, menjadi pemantik diskusi penting bagi masa depan anak didik kita. Di balik upaya penegakan aturan ruang publik, terdapat pesan yang lebih mendalam: keselamatan adalah prioritas utama.
Anggota DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, Jumat (8/5/2026) malam memandang fenomena ini sebagai momentum untuk mengingatkan kembali para siswa. Baginya, penertiban tersebut bukanlah sekadar urusan lahan parkir, melainkan bentuk perlindungan terhadap nyawa anak-anak yang belum cukup umur untuk berkendara.
Viktor Yuan menyarankan agar langkah penertiban diikuti dengan edukasi yang intensif. Menurutnya, para siswa perlu diajak berdialog untuk memahami mengapa aturan batas usia dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) itu sangat krusial bagi keselamatan mereka.
“Yang diedukasi adalah siswa supaya tidak boleh naik motor ke sekolah karena belum cukup umur dan tidak punya SIM. … Ini harus kita edukasi para siswa,” tutur Viktor Yuan dengan nada hangat.
Politisi yang peduli pada isu sosial dan keselamatan ini mengusulkan agar Dinas Perhubungan bersinergi dengan pihak Kepolisian untuk masuk ke ruang-ruang sekolah. Tujuannya adalah menciptakan forum-forum inspiratif yang mampu mengubah pola pikir siswa dan orang tua.
“Kita buatkan forum, seminar, atau sesi edukasi kreatif lainnya di sekolah-sekolah. Yang mengedukasi tentu dari pihak kepolisian dan dari Dishub. Jadi buat forum saja atau seminar atau edikasi-edukasi lainnya.” Narasumber dari Kepolisian dan Dishub bisa memberikan pemahaman langsung. Dengan begitu, anak-anak kita merasa dijaga, bukan sekadar dilarang,” tambahnya.
DPRD Kota Samarinda berharap, melalui pendekatan edukasi yang berkelanjutan, angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dapat ditekan secara signifikan. Dengan mengarahkan siswa untuk menggunakan moda transportasi yang lebih aman atau antar-jemput, kita sedang memastikan bahwa perjalanan mereka menuju cita-cita tidak terhenti di aspal jalanan.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib lalu lintas sejak dini, sehingga Samarinda tidak hanya tumbuh sebagai kota yang tertib secara fisik, tetapi juga kota yang memiliki generasi muda yang sadar hukum dan peduli pada keselamatan diri serta sesama. (Adv/DPRD Samarinda/tr)












