Nisita.info — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Samarinda diwarnai dengan catatan kritis mengenai ketersediaan dan kompetensi tenaga pendidik.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti adanya kontradiksi antara isu moratorium atau penutupan Program Studi (Prodi) keguruan dengan realitas di lapangan yang menunjukkan bahwa Samarinda justru sedang kekurangan guru.
Menanggapi wacana penutupan sejumlah prodi keguruan, Anhar menekankan perlunya kajian yang mendalam dan komprehensif. Ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh diambil secara gegabah, mengingat kondisi di Samarinda saat ini mengalami kekosongan posisi guru akibat berbagai faktor, seperti perpindahan tugas.
“Prodi keguruan yang mau ditutup tentu ada kajian yang komprehensif. Tidak serta merta ditutup begitu saja. Sekarang kita mulai kekurangan guru di Samarinda. Ada yang pindah dan lain sebagainya,” ujar Anhar saat ditemui di Ruang Sidang DPRD Kota Samarinda, Rabu (29/4/2026).
Masalah utama yang dihadapi Samarinda bukan sekadar jumlah lulusan, melainkan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pasar kerja. Anhar mencontohkan tingginya kebutuhan guru Bahasa Inggris di Samarinda yang justru sering kali tidak bisa dipenuhi oleh lulusan universitas lokal, sehingga sekolah terpaksa mengambil tenaga kerja dari luar daerah.
Ia berharap universitas di Kalimantan Timur mampu meningkatkan standar kompetensi lulusannya agar bisa memenangkan “seleksi alam” di dunia kerja. “Kita berharap lulusan lokal sebagai hasil dari universitas kita bisa berkompetisi,” imbuhnya.
Selain prodi keguruan, Anhar juga memberikan catatan tajam bagi sekolah-sekolah kejuruan (SMK) di Samarinda. Ia menilai masih ada ketimpangan antara jurusan yang dibuka dengan ketersediaan lapangan kerja di kota ini.
DPRD mendorong agar sekolah kejuruan lebih aktif berdiskusi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan pihak terkait lainnya untuk memastikan adanya link and match. “Seharusnya sekolah-sekolah kejuruan itu berdiskusi dengan Disnaker… kira-kira ketika lulus muridnya pasti tercover,” tegasnya.(ADV/DPRD Samarinda/tr)








