DPRD Kota Samarinda

Deni Hakim Bangun Momen Hangat Warga Sungai Pinang Luar Untuk Sampaikan Aspirasi

Nisita.info, Samarinda Bada Isya, suasana di Jalan Agus Salim, Gang Tanjung, RT 37, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota terasa berbeda dari biasanya. Kediaman salah seorang warga, Abdul Latif, mendadak ramai dan menjelma menjadi ruang diskusi publik yang hidup.

Di sanalah, Senin malam (25/5) Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menggelar agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026. Sejak sore menjelang malam, gang yang biasanya tenang itu mulai dipadati warga.

Kursi-kursi undangan tertata rapi di area pekarangan. Berderet hingga meluas ke badan gang. Warga yang hadir tampak tertawa dan larut dalam obrolan.

Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat umum, sejumlah tokoh lokal, perwakilan dari pihak Kelurahan Sungai Pinang Luar, serta para Ketua RT setempat turut hadir berbaur di barisan depan.

​Pertemuan malam itu jauh dari kesan kaku atau birokratis. Sebaliknya, atmosfer yang terbangun justru mencerminkan keakraban sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul.

Bagi Deni Hakim Anwar, kawasan Sungai Pinang Luar memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Tempat ini merupakan salah satu basis wilayah yang mengantarkannya duduk di kursi parlemen.

​”Kelurahan Sungai Pinang Luar selalu saya ingat, karena di sinilah tempat saya mendapatkan dukungan luar biasa dari Bapak dan Ibu sekalian. Makanya saya kembali lagi ke sini,” ungkap Deni dengan nada apresiatif, yang langsung disambut tepuk tangan hangat dari seluruh warga yang memadati lokasi.

​Ketika sesi penjaringan aspirasi dibuka, suasana semakin mencair. Dialog berjalan dua arah dengan sangat santai dan mengalir. Warga tidak merasa canggung atau sungkan untuk mengacungkan tangan dan mengutarakan langsung apa yang menjadi keluhan serta harapan mereka sehari-hari.

​Gelak tawa sesekali pecah di tengah-tengah diskusi ketika beberapa ketua RT menyisipkan cerita-cerita menggelitik mengenai dinamika menjaga lingkungan mereka.

Di sela-sela pemaparan materi yang serius mengenai efisiensi APBD Kota Samarinda, momen-momen santai seperti saat sang legislator menjeda penjelasannya untuk meminum air hangat demi meredakan batuk kecilnya, justru menambah kesan humanis dan bersahaja di mata warga.

​Di tengah suasana yang penuh keakraban tersebut, substansi penyampaian aspirasi tetap berjalan dengan tajam dan terarah. Berbagai persoalan krusial di lingkungan RT tersampaikan.

Dari tangkapan pengamatan kami, usulan kelanjutan semenisasi jalan-jalan lingkungan, optimalisasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan mendesak akan penambahan unit pemadam kebakaran portabel di wilayah padat penduduk, mengemuka secara bergantian.

​Melalui pendekatan dialogis yang hangat di kediaman warga ini, sekat antara pejabat publik dan konstituennya seolah runtuh.

Pertemuan malam itu tidak sekadar menjadi forum serap aspirasi yang administratif, melainkan menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan sosial antara masyarakat Sungai Pinang Luar dengan perwakilannya di parlemen.

Semua catatan dan harapan yang mengemuka malam itu diikat dalam komitmen bersama untuk diperjuangkan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Samarinda.(TR/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 6