Nisita.info – Meskipun Samarinda secara berkala masih menghadapi persoalan banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan visi ambisius dengan mengambil langkah strategis menuju transformasi kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan melalui transportasi publik berbasis listrik.
Kontras antara tantangan klasik dan solusi ultra-modern ini terlihat saat Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, menghadiri Final Report Presentation Economic Innovation Partnership Program (EIPP)—hasil kerja sama strategis dengan Republik Korea Selatan—di Jakarta.
Langkah ini menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya fokus pada penanganan masalah harian, tetapi juga berinvestasi pada masa depan kota.
“Materi yang disampaikan sangat bagus dan detail… Kita ingin masyarakat mulai terbiasa menggunakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” ungkap Wawali Saefuddin Zuhri.
Wawali Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa keberhasilan implementasi transportasi modern yang didukung Korea Selatan ini memiliki misi yang lebih besar dari sekadar menghadirkan kendaraan baru.
“Keberhasilan pengembangan transportasi modern bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, investasi besar di sektor transportasi publik ini adalah wujud komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan terbaik. Tujuannya adalah agar masyarakat merasa nyaman dan bangga menggunakan angkutan umum, yang secara tidak langsung berkontribusi pada pengurangan emisi di kota, sejalan dengan visi kota hijau.
Meskipun optimis, Wawali mengingatkan tim pengembang EIPP dari Korea Selatan untuk tetap memperhatikan tantangan khas Samarinda.
“Tapi kita juga perlu memperhatikan karakteristik jalan di Samarinda yang cenderung sempit dan jalurnya pendek. Jadi ukuran dan manuver kendaraan listrik nanti harus disesuaikan dengan kondisi itu,” imbuhnya, memastikan bahwa solusi teknologi yang ditawarkan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Keputusan Pemkot Samarinda untuk fokus pada pembangunan transportasi listrik di tengah isu banjir menunjukkan komitmen Pemkot untuk menggeser citra kota industri menuju kota yang berwawasan lingkungan dan memiliki masa depan berkelanjutan.(DAN/FER/DOKPIM.KMF-SMR)















