Nusantara Raya

Komitmen Publisher Game Global & Lokal Dukung Regulasi Perlindungan Anak

Nisita.info, Jakarta — Lebih dari 20 publisher game daring global dan lokal, termasuk nama-nama besar seperti Tencent, Garena, Agate, Megaxus, Nintendo, dan Playstation, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pengawasan ruang digital.

Komitmen ini disampaikan dalam audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berfokus pada perlindungan anak dan moderasi konten, Kamis (13/11/2025).

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyambut baik respons positif dari industri. Ia menekankan bahwa isu game daring dan ruang digital telah menjadi atensi pemerintah dan publik, sehingga kolaborasi adalah kunci untuk bergerak cepat dan terukur.

“Isu ruang digital, termasuk gim daring, menjadi atensi pemerintah dan publik dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu kita perlu bergerak cepat dan terukur, tetapi tetap membuka ruang dialog dengan industri agar ekosistem digital kita aman tanpa menghambat inovasi,” ujar Alexander di Kantor Kementerian Komdigi.

Para publisher, melalui Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan perwakilan perusahaan lainnya, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Komdigi dan menyatakan siap mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

PP TUNAS menetapkan standar keamanan minimum yang mencakup verifikasi usia, klasifikasi usia (yang diinstrumentasikan oleh Indonesia Game Rating System/IGRS), pembatasan akses fitur berisiko tinggi, serta penyediaan fitur parental control dan edukasi bagi orang tua.

“Integrasi PP Tunas dan IGRS adalah kunci agar perlindungan anak bisa berjalan efektif. Semua platform digital harus memiliki pedoman yang konsisten dan dapat diterapkan,” jelas Alexander.

Kedua pihak sepakat perlunya harmonisasi aturan agar proses kepatuhan menjadi lebih jelas dan tidak tumpang tindih. AGI dan pelaku industri juga menyatakan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam program literasi digital, membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan game yang sehat dan aman bagi anak.

Komdigi menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah bukanlah membatasi pertumbuhan industri game yang kreatif dan kompetitif, melainkan memastikan bahwa ruang digital berkembang secara aman dan bertanggung jawab.

“Perlindungan anak adalah garis merah. Kuncinya kolaborasi: pemerintah, industri, orang tua, dan sekolah harus bergerak bersama,” tutup Dirjen Alexander.(tr)

Related Posts

1 of 10