Nusantara Raya

Lomba Video Inspiratif Wajib Belajar 13 Tahun Jaring 717 Praktik Baik Pendidikan

Nisita.info, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat SMP menempuh cara inovatif dalam mengapresiasi implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun.

Untuk pertama kalinya, mereka menggelar Apresiasi Video Inspiratif (AVI) Wajib Belajar 13 Tahun, Layanan Pendidikan Kesetaraan dan Afirmatif Jenjang SMP tahun 2025. Kegiatan ini sukses menjaring 717 video inspiratif yang memuat praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah.

Jumlah video yang masuk menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, SMP, serta SKB/PKBM Paket B, SMP Terbuka, dan SMP Satu Atap. Video-video ini berfokus pada tema “Inspirasi Praktik Baik Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, Layanan Pendidikan Kesetaraan dan Afirmatif dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi acara ini sebagai wujud kreativitas untuk merangsang munculnya berbagai praktik baik layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif jenjang SMP.

“Saya apresiasi acara ini dan mudah-mudahan apresiasi yang didapat menjadi motivasi dalam meningkatkan layanan pendidikan. Kegiatan ini hanya stimulan atau bagian dari komitmen awal kita untuk berbuat lebih banyak dalam rangka memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua bagi masyarakat,” ujar Mu’ti di Jakarta, Selasa (2/12).

AVI diselenggarakan sebagai upaya menggali dan menyebarluaskan praktik baik implementasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS), serta praktik baik layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif.

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa penyelenggaraan AVI adalah strategi penting. “Kegiatan Apresiasi Video Inspiratif yang diselenggarakan hari ini adalah yang pertama kali kami lakukan dan merupakan salah satu strategi untuk menyebarluaskan praktik baik dari berbagai daerah dalam melakukan penanganan ATS dan ABPS serta memperluas layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif,” terangnya.

Rangkaian lomba video ini dimulai sejak sosialisasi pada Juli dan ditutup pendaftarannya pada Oktober 2025. Sebanyak 717 video yang terkumpul terdiri atas 287 Video Inspiratif Wajib Belajar 13 Tahun dan 430 Video Inspiratif Layanan Pendidikan Kesetaraan dan Afirmatif.

Mendikdasmen Mu’ti juga menggunakan momentum ini untuk menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh ekosistem pendidikan. Menurutnya, pendidikan bermutu bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa setiap warga negara di manapun berada, bagaimanapun kondisinya, suku dan agamanya, kondisi fisiknya berhak mendapat layanan pendidikan. Inilah yang dinamakan education for all,” tegas Mu’ti.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperluas dan memperbanyak akses layanan pendidikan agar dapat menjangkau semaksimal mungkin anak-anak Indonesia. Mu’ti menyebut langkah ini sebagai “partisipasi semesta”, di mana sumber daya bisa berasal dari dana pemerintah maupun partisipasi masyarakat.

Pelaksanaan Apresiasi Video Inspiratif ini memiliki empat tujuan utama, yaitu:

  1. Memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan satuan pendidikan jenjang SMP.

  2. Meningkatkan semangat dan motivasi para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program Wajib Belajar 13 Tahun.

  3. Mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan.

  4. Meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam penanganan ATS dan ABPS, serta penyediaan layanan pendidikan kesetaraan dan afirmatif.

Seluruh video yang masuk telah melalui proses kurasi cermat oleh tim kurator yang melibatkan perwakilan dari Ditjen PAUD Dikdas Dikmen, akademisi, dan praktisi pendidikan.(tr)

Related Posts

1 of 10