Nusantara Raya

Mendikdasmen Target 162.500 Guru Raih Gelar S-1 dalam Dua Tahun

Nisita.info – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Abdul Mu’ti bergerak cepat menerjemahkan kebijakan prioritas Presiden, khususnya dalam sektor kesejahteraan dan kualifikasi guru.

Dalam laporan puncak Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Mendikdasmen merilis data bahwa tunjangan guru non-ASN telah dinaikkan menjadi Rp 2 juta, sementara target ambisius telah ditetapkan untuk membantu 162.500 guru meraih gelar S-1/D-4 dalam dua tahun melalui program percepatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang selaras dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan sebagai sarana utama membangun kualitas SDM.

“Alhamdullilah program-program yang disampaikan Bapak Presiden pada tahun 2024 sudah kami terjemahkan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Mendikdasmen.

Fokus utama Kemendikdasmen adalah menutup kesenjangan kualifikasi pendidikan guru secara cepat dan terukur. Program ini mencakup bantuan pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester bagi guru yang melanjutkan studi melalui sistem RPL.

Rincian target percepatan kualifikasi S-1/D-4 dalam dua tahun mendatang adalah:

  • 2025: Pemenuhan kualifikasi bagi 12.500 guru melalui sistem RPL.

  • 2026: Penargetan 150.000 guru tambahan untuk mengikuti program RPL yang sama.

“Artinya di bawah kepemimpinan Presiden, akan ada sekitar 162.500 guru yang dalam waktu dua tahun mereka mendapatkan gelar S-1/D-4,” tegas Mendikdasmen.

Merayakan Puncak Hari Guru Nasional Tahun 2025 bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain peningkatan kualifikasi, Kemendikdasmen juga telah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tertentu bagi 808.570 guru untuk memperkuat kompetensi mereka di bidang coding, kecerdasan buatan, kepemimpinan kepala sekolah, serta kompetensi guru Bahasa Inggris.

Selain fokus pada SDM, Kemendikdasmen juga melakukan transformasi pada infrastruktur dan sarana belajar:

  • Revitalisasi: Telah dilakukan perbaikan dan pembaruan pada 16.175 satuan pendidikan.

  • Digitalisasi: Sebanyak 288.865 sekolah telah mendapatkan digitalisasi pembelajaran, termasuk pengiriman layar interaktif ke seluruh sekolah di Indonesia.

Menutup laporan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Kemendikdasmen memberikan Penghargaan GTK 2025 melalui Apresiasi dan Anugerah Guru Indonesia, sebagai pengakuan bagi para guru dan tenaga kependidikan yang transformatif dan berdedikasi tinggi.(tr)

Related Posts

1 of 10