NISITA.INFO, RUTENG — Duka mendalam menyelimuti Pulau Flores. Pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut sejak pertengahan Agustus lalu, dampaknya terasa hingga ke sudut-sudut ruang kelas dan koridor kampus.
Lebih dari sekadar puing bangunan yang runtuh, ancaman putusnya masa depan pendidikan ribuan mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur kini menjadi perhatian serius.
Merespons krisis kemanusiaan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Menristekdikti), Brian Yuliarto, bertolak langsung menuju Posko Penanganan Bencana Unika Santo Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proses pembelajaran para mahasiswa tidak terhenti di tengah masa-masa sulit.
Kedatangan Menristekdikti disambut langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, Rektor Unika Santo Paulus Ruteng Dr. Agustinus Manfred Habur, serta Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang.
Bupati Herybertus memaparkan skala bencana yang tercatat telah merenggut 45 korban jiwa serta memaksa sekitar 50.000 warga mengungsi, di mana 7.600 di antaranya merupakan kelompok rentan. Dalam situasi ekonomi warga yang lumpuh, ia mengetuk kepedulian jajaran perguruan tinggi untuk menghadirkan keringanan biaya pendidikan bagi putra-putri Manggarai.
Langkah cepat langsung diambil oleh kementerian. Brian memastikan skema bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahap awal disiapkan selama satu semester bagi sekitar 5.000 mahasiswa yang terdampak, dengan opsi perpanjangan pada semester berikutnya.
“Kementerian berkomitmen memberikan bantuan UKT agar studi mahasiswa terdampak tetap berlanjut. Kami juga meminta pemda menyetorkan data warga Manggarai yang berkuliah di luar NTT. Selain itu, aksi kemanusiaan para relawan kampus wajib tepat sasaran berbasis data resmi BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Brian.
Kehadiran negara di tengah pemulihan pascabencana ini menjadi penopang krusial. Bantuan biaya pendidikan bukan sekadar sokongan finansial, melainkan pijakan harapan bagi mahasiswa terdampak agar dapat terus melangkah menyelesaikan studinya demi membangun kembali tanah kelahiran mereka.(*/)
(Sumber berita dan foto: InfoPublik.id)















