Nisita.info, Jakarta – Dampak transformatif dari Program Digitalisasi Pembelajaran kini benar-benar terasa di ruang-ruang belajar Indonesia. Melalui penyediaan lebih dari 173 ribu Panel Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), teknologi ini terbukti tidak hanya memperluas akses, tetapi secara fundamental mengubah budaya belajar.
Transformasi pembelajaran melalui panel interaktif ini disebut-sebut menjadikan cara guru mengajar dan siswa memahami materi menjadi lebih cepat, interaktif, dan jauh lebih menyenangkan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa perubahan budaya belajar ini adalah kunci untuk menciptakan keadilan pendidikan di seluruh pelosok negeri.
“Kita harus benar-benar memberi pendidikan yang terbaik untuk anak-anak kita di seluruh Indonesia, tidak terkecuali. Tidak boleh ada bagian dari Indonesia yang tertinggal kualitas pendidikannya, harus sama baiknya, dan salah satu cara kita adalah menggunakan lompatan teknologi digitalisasi,” ujar Presiden saat meluncurkan program di SMP Negeri 4 Bekasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menambahkan bahwa monitoring menunjukkan adanya peningkatan nyata di sekolah-sekolah penerima.
“Mereka belajar dengan gembira, penuh semangat, dan capaian pembelajaran terus meningkat. Ini bukti revolusi pendidikan yang diletakkan Bapak Presiden melalui digitalisasi pembelajaran dan pembagian Panel Digital Interaktif,” ungkapnya.
Perubahan budaya ini dirasakan langsung oleh tenaga pendidik. Indarwati Komariah, guru SMP Negeri 4 Bekasi, membagikan pengalamannya: antusiasme siswa meningkat drastis.
Ia mencatat bahwa siswa yang biasanya pasif, kini ikut berpartisipasi—maju ke depan, menulis, mencoba fitur—membuat pembelajaran menjadi lebih menggembirakan dan bermakna.
Sementara itu, siswa kelas IX, Naufal Rakha Mahardika, mengaku lebih cepat memahami pembelajaran sejak IFP digunakan, terutama untuk pelajaran matematika dan IPA.
Dengan hadirnya Panel Interaktif Digital di sekolah-sekolah, pengalaman para guru dan siswa menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penyediaan perangkat, tetapi langkah penting menuju ekosistem belajar baru yang lebih setara, kreatif, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia.(tr)















