Nisita.info, Kuala Lumpur— Langkah agresif guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air terus digencarkan oleh Pemerintah Pusat.
Memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi regional yang kian positif, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia resmi menggelar agenda strategis bertajuk “Wonderful Indonesia Sales Mission 2026” di Malaysia.
Misi dagang pariwisata ini dirancang khusus untuk memperkuat penetrasi pasar Malaysia, yang selama ini konsisten menjadi salah satu kantong utama penyumbang wisman terbesar bagi industri pariwisata Nusantara.
Melalui siaran pers resminya, Kemenpar menjelaskan bahwa agenda sales mission kali ini mengedepankan draf pertemuan bisnis bertema Business-to-Business (B2B).
Format ini mempertemukan secara langsung para pelaku industri pariwisata dalam negeri (sellers) seperti perwakilan perhotelan, agen perjalanan (travel agent), pengelola destinasi, hingga tour operator, dengan puluhan pelaku industri pariwisata papan atas dari Malaysia (buyers).
Dalam ajang ini, Indonesia tidak hanya menjajakan keindahan destinasi klasik seperti Bali, melainkan secara masif mempromosikan destinasi super prioritas dan kawasan wisata potensial lainnya yang memiliki konektivitas penerbangan langsung (direct flight) yang dekat dengan Malaysia.
Ditegaskan bahwa kedekatan geografis dan kesamaan rumpun budaya merupakan modal kuat yang harus dioptimalkan melalui skema pemasaran yang taktis dan berkelanjutan.
“Malaysia adalah pasar yang sangat seksi dan strategis bagi pariwisata Indonesia. Melalui Wonderful Indonesia Sales Mission 2026, kita melakukan jemput bola untuk meyakinkan para pelaku industri pariwisata di Malaysia bahwa destinasi kita sangat siap dengan berbagai draf paket wisata baru yang lebih inklusif, berkualitas, dan menawarkan pengalaman unik yang tidak ditemukan di negara lain,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7).
Fokus pada Wisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Selain menawarkan paket liburan konvensional, misi dagang tahun 2026 ini juga membawa misi khusus untuk menggeser paradigma kuantitas menjadi kualitas wisata (quality tourism). Kemenpar mendorong penjualan paket-paket wisata yang mengedepankan pelestarian lingkungan, wisata minat khusus (gold/sport tourism), wisata kebugaran (wellness tourism), serta wisata budaya berbasis desa wisata.
Langkah ini dinilai sangat tepat mengingat preferensi pelancong asal Malaysia pasca-pandemi kini cenderung mencari destinasi yang menawarkan ketenangan, keaslian budaya, dan kelestarian alam yang terjaga dengan baik.
Melalui promosi yang terarah dan kemitraan konkret yang terjalin dalam sales mission ini, Kemenpar optimistis target capaian kunjungan wisman asal negeri jiran di sepanjang tahun 2026 dapat terlampaui.
Geliat ini diharapkan mampu memberikan dampak multiplier (multiplier effect) yang luas, mulai dari keterisian kursi pesawat, peningkatan okupansi hotel, hingga berputarnya roda ekonomi para pelaku UMKM kreatif di berbagai daerah tujuan wisata Indonesia. (*/)
Sumber: Siaran Pers Resmi Kementerian Pariwisata RI (kemenpar.go.id).














