DPRD Kota Samarinda

Komisi II DPRD Samarinda Dorong Optimalisasi Lapak dan Perencanaan Matang untuk Revitalisasi

Nisita.info, Samarinda — Musibah kebakaran yang menghanguskan sekitar 44 kios di Pasar Segiri pada akhir Maret lalu terus menjadi perhatian serius bagi DPRD Kota Samarinda. Menanggapi rencana pemulihan kawasan tersebut, legislatif menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan pemanfaatan lahan yang ada sebelum melangkah ke pembangunan fisik yang lebih besar.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Victor Yuan saat ditemui di Islamic Center Samarinda, Jumat (8/5/2026) menyampaikan bahwa penataan kembali Pasar Segiri harus didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan sekadar membangun ulang secara terburu-buru.

Victor Yuan menyoroti fenomena ketimpangan pengisian lapak di Pasar Segiri, di mana para pedagang cenderung menumpuk di area depan sementara bagian belakang pasar seringkali terlihat kosong. Menurutnya, langkah pertama yang harus diambil Pemerintah Kota melalui dinas terkait adalah mengatur kembali distribusi pedagang pada sisa lahan yang tersedia.

“Maksimalkan dulu lahan yang ada atau lapak-lapak yang tersedia. Fenomena sekarang, orang ramai-ramai ingin berjualan di bagian depan, sehingga lama-kelamaan yang di belakang kosong. Lahan yang ada diisi saja dulu, dimaksimalkan,” tutur Victor.

Ia menambahkan bahwa rencana renovasi atau pembangunan kembali kios yang terbakar harus melalui kajian mendalam oleh Wali Kota Samarinda. “Pertimbangannya adalah efisiensi; apakah memang jumlah penjualnya membeludak atau tempat yang ada sekarang tidak bisa dimaksimalkan? Insyaallah, kami dari Komisi II akan meninjau langsung ke Pasar Segiri untuk melihat kondisi ini,” tegasnya.

Terkait wacana renovasi total Pasar Segiri agar serupa dengan kemegahan Pasar Pagi, Victor Yuan berpendapat bahwa kebijakan tersebut harus dilakukan secara bertahap. Hal ini berkaitan erat dengan prioritas pembangunan kota lainnya dan kondisi kemampuan keuangan daerah.

“Kalau renovasi secara menyeluruh, harus bertahap karena ada prioritas-prioritas lain yang perlu diselesaikan. Kita lihat dulu hasil pembangunan Pasar Pagi dalam beberapa bulan ke depan sebagai barometer,” jelas politisi yang vokal soal ekonomi kerakyatan ini.

Meski mengedepankan efisiensi, Victor mengakui bahwa Pasar Segiri mulai terlihat tertinggal dibandingkan dengan perkembangan pesat pembangunan di sekelilingnya. Revitalisasi memang diperlukan demi menunjang estetika dan keindahan Kota Samarinda di masa depan.

“Untuk keindahan kota, kalau keuangan kita longgar, boleh-boleh saja kita rehab Pasar Segiri agar tidak semakin tertinggal. Namun, itu butuh perencanaan yang sangat matang, apakah eksekusinya di tahun depan atau di tahun 2028 nanti,” pungkasnya.

DPRD Kota Samarinda berkomitmen untuk terus mengawal proses perencanaan ini agar kelak Pasar Segiri tidak hanya menjadi pusat ekonomi yang modern dan indah, tetapi juga mampu menampung seluruh pedagang secara adil dan teratur. (Adv/DPRD Samarinda/tr)

Related Posts

1 of 2