DPRD Kota Samarinda

Celni Pita Sari Siap Buka Ruang Aspirasi Pemuda di DPRD Samarinda

Riuh rendah Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda malam itu perlahan berganti khidmat saat 82 mahasiswa berdiri tegak mengucapkan sumpah pelantikan.

Nisita.info, Samarinda – Di antara deretan tokoh yang hadir, sorot mata Celni Pita Sari tampak tak lepas dari barisan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Samarinda Periode 2026/2027.

Bagi Celni, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, pemandangan malam itu bukan sekadar seremonial organisasi biasa. Ada getaran idealisme pemuda yang selalu berhasil memantik perhatiannya sebagai seorang legislator perempuan.

Malam itu, HMI membawa tema besar yang cukup berani: “HMI Maju: Transformasi Gerakan HMI ‘Ikhtiar Mewujudkan Samarinda Maju'”. Sebuah tema yang menurut Celni, bukan sekadar untaian kata tanpa makna, melainkan sebuah panggilan instan bagi kaum intelektual untuk turun tangan bagi daerahnya.

Ditemui usai acara, sapaan hangat dan senyum ramah khas Celni menyambut awak media. Di balik kelembutannya, tersimpan pemikiran yang tegas dan visioner mengenai arah gerakan mahasiswa di Kota Tepian.

Celni menekankan bahwa zaman telah berubah secara dinamis. Pola gerakan mahasiswa tradisional yang hanya mengandalkan kritik di jalanan, kini harus bertransformasi menjadi gerakan pemikiran yang solutif. Ia mendorong agar kepengurusan HMI yang baru dilantik mampu memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi jalannya pemerintahan dan parlemen daerah.

“Mahasiswa adalah pemilik masa depan kota ini. Kami di DPRD Samarinda sangat membuka ruang kolaborasi. Kita butuh ide-ide segar, riset, dan pemikiran kritis mahasiswa untuk mengawal pembangunan daerah,” ujar Celni dengan nada optimis.

Ia melihat, formasi pengurus kali ini memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan penentu arah kebijakan lokal, terutama dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan yang menyentuh langsung hajat hidup warga Samarinda.

Sebagai salah satu representasi perempuan terkuat di parlemen Samarinda, perhatian Celni juga tertuju secara khusus pada pelantikan 21 pengurus Kohati Cabang Samarinda yang malam itu dipimpin oleh Anisya.

Bagi Celni, kehadiran fungsionaris perempuan di tubuh organisasi mahasiswa tertua di Cipayung ini memiliki nilai taktis yang sangat mahal.

Ia berharap, pengurus Kohati yang baru tidak ragu untuk mengambil peran lebih besar, terutama dalam mengadvokasi isu-isu krusial seputar perempuan dan anak di Samarinda.

“Keterlibatan perempuan dalam organisasi adalah kunci lahirnya kebijakan yang inklusif dan sensitif gender. Saya ingin melihat adik-adik Kohati menjadi motor penggerak yang responsif terhadap isu perlindungan perempuan, kekerasan seksual, hingga pendidikan anak di kota kita,” tambahnya penuh harap.

Malam berganti larut, namun energi positif yang ditebarkan Celni malam itu seolah tertinggal di ingatan puluhan kader yang menyalaminya satu per satu.

Melalui kehadirannya, legislator perempuan ini tidak hanya menunjukkan dukungan formal dari lembaga DPRD, tetapi juga memberikan sebuah penegasan: bahwa gerbang parlemen selalu terbuka bagi setiap ikhtiar mahasiswa yang ingin membawa Samarinda bergerak maju. (TR/Adv/DPRD Samarinda)

Related Posts

1 of 5