Nisita.info, Samarinda — Menyikapi maraknya aksi unjuk rasa yang menghiasi dinamika sosial dan politik Kota Samarinda akhir-akhir ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan pandangannya. Alih-alih melihatnya sebagai gangguan, legislator ini justru menilai aksi turun ke jalan sebagai bentuk ekspresi kepedulian yang mendalam dari masyarakat terhadap kemajuan daerah.
Abdul Rohim memberikan apresiasi terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, Rabu (29/4/2026). Menurutnya, demo adalah instrumen penting untuk meningkatkan evaluasi terhadap kinerja pemerintah.
“Kita apresiasi aksi demonstrasi yang dalam rangka untuk meningkatkan evaluasi terhadap pemerintah, yang justru sebagai wujud cintanya masyarakat kepada pemerintah,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan melalui unjuk rasa merupakan tanda bahwa masyarakat masih memiliki harapan dan kecintaan terhadap daerahnya.
Lebih lanjut, politisi ini berharap agar pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional, tidak bersikap reaktif atau “alergi” terhadap kritik dan demonstrasi. Ia memandang bahwa pemerintah sebagai objek yang didemo harus mampu melihat substansi dari tuntutan yang disampaikan.
“Kita berharap pemerintah tidak alergi dengan kritik dan demo. Karena sebenarnya kita melihat demo sebagai ekspresi kepedulian dan kecintaan mereka kepada daerah,” tambah Rohim.
Meski mempersilakan masyarakat untuk mengekspresikan pendapatnya di muka umum, Rohim juga menyelipkan pesan penting bagi para demonstran. Ia mengimbau agar setiap aksi yang digelar tetap berpegang pada koridor hukum dan menjaga ketertiban umum.
Ia berharap dinamika sosial ini tidak berakhir pada konflik, melainkan menjadi stimulus positif bagi kedua belah pihak. “Kita berharap dari dinamika-dinamika ini justru akan menjadi ‘vitamin’ buat pemerintah dan masyarakat untuk bekerja lebih baik,” pungkasnya. (ADV/DPRD Samarinda/tr)








