Nisita.info, Makassar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempertegas komitmennya dalam menyediakan layanan pendidikan bermutu bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).
Sebanyak 18 murid terpilih resmi diserahterimakan untuk menjalani program magang di PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, Senin (2/2/2026).
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak datang begitu saja, melainkan berpijak pada tiga pilar fundamental yang harus berjalan harmonis.
“Pertama, kualitas pelatihan yang terstandar dan bersertifikat internasional. Kedua, kolaborasi erat antara lembaga pelatihan, industri, dan pemerintah. Ketiga, disiplin diri murid magang. Tanpa ketiganya, program PKK hanya akan menjadi slogan kosong,” tegas Yaya saat memberikan motivasi kepada para peserta.
Program magang yang akan berlangsung selama enam bulan hingga Juni 2026 ini menyasar bidang pengelasan (welding), sebuah keahlian yang saat ini sangat dibutuhkan oleh industri galangan kapal nasional.
Plt. Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, menyatakan bahwa industri saat ini sedang krisis sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengelasan. Ia berpesan agar para peserta disiplin dalam mengikuti instruksi dan mematuhi aturan keselamatan kerja (K3) demi menjadi welder profesional.
Para peserta magang merupakan hasil didikan Inlastek Welding Institute, Surakarta, melalui program PKK Platinum 2025. Selama 350 jam pelajaran, para siswa telah mendalami materi Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G—sebuah kualifikasi pengelasan tingkat tinggi yang menjadi standar di industri berat.
“Kami melakukan seleksi ketat. Seluruh murid telah mendalami materi yang sesuai dengan kebutuhan industri tujuan magang,” ujar Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo. Selama masa magang di Makassar, para peserta juga difasilitasi tempat tinggal dan insentif bulanan sebesar Rp2.500.000.
Bagi para peserta, seperti Ahmad Hidayat (alumni SMK asal Sumatera Barat) dan Krisna Sulistyo (alumni SMK asal Surakarta), program ini adalah jembatan untuk memperbaiki taraf hidup. Pengalaman magang di industri strategis seperti PT IKI diharapkan menjadi modal kuat bagi mereka untuk bersaing di pasar kerja global.
Melalui sinergi antara Kemendikdasmen, lembaga kursus, dan PT IKI, pemerintah berharap dapat terus menekan angka pengangguran serta mencetak tenaga kerja terampil yang siap mendukung kedaulatan industri maritim Indonesia.(BK-Kemendikdasmen/*)















